Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Pendampingan Penyusunan Naskah Akademik dan Raqan Kota Langsa tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik

Jumat, 07 September 2018 Pemerintahan

Oleh admin_jdihlgs

Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Aceh mengadakan Focus Group Discussion (FGD) 1 “Pendampingan Penyusunan Ranperda/Raqan Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik” di Hotel Harmoni Langsa, Rabu (11/07/2018). FGD I tersebut dilaksanakan dengan agenda pembahasan draf Naskah Akademik dan Rancangan Qanun Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.


Dalam sambutan Sekda Kota Langsa yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Alfian, SH menyatakan dengan adanya Qanun Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik diharapkan akan mampu menjawab berbagai permasalahan lingkungan, dan kesehatan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat diakibatkan belum adanya pengaturan khusus tentang sistem pengelolaan air limbah domestik.


Pada sesi diskusi Satker PSLSP Ismadi menekankan agar dalam Naskah Akademik tersebut memperhatikan kondisi eksisting di Kota Langsa, “Kondisi eksisting di Kota Langsa perlu diperhatikan, begitu juga persoalan drainase juga harus diatur, kapan drainase harus dipisahkan dengan sistem air limbah domestik, maka butuh penyesuaian dengan Permen PU/PU Nomor 04 Tahun 2017.” Kata Ismadi.


Kadiv Yankum Kanwil Kumham Sasmita menyampaikan agar Qanun Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik juga mengatur perihal dampak limbah domestik terhadap pencemaran air sungai. “Qanun harus memproteksi mengenai pengangkutan yang membuang air limbah domestik langsung ke badan air.” Kata Sasmita.
FGD 1 yang difasilitasi oleh Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Aceh berlangsung dengan alot, masing-masing peserta yang hadir memberikan masukan yang beragam.


Tampak hadir dari, Bappeda Kota Banda Aceh, Dinas PU/PR Kota Banda Aceh, DLHK, Dinas Kesehatan Kota Langsa, Kabag Hukum Setdako, BPMG, para Camat, Satpol PP dan WH, Perwakilan Kanwil Kemenkumham Aceh, , dan sejumlah pejabat penting lain di lingkungan Pemerintahan Langsa.